Unik, Mahasiswa Buat Teh dari Kulit Apel, Kok Bisa?

RILIS.KERONCONGANTAR.COM - Jika kita sering mendengar jus buah apel atau teh dengan sari rasa apel, kali ini justru kulit apel yang dijadikan bahan makanan dan minuman. Ya, kreasi mahasiswa di Surabaya ini aneh-aneh saja. Mereka memanfaatkan kulit apel untuk dijadikan teh yang berkhasiat bagi tubuh. Kok bisa?
Ide ini berawal dari banyaknya produk-produk yang menjadikan buah apel sebagai bahan makanan, namun jarang bahkan hampir tidak ada yang memanfaatkan kulitnya. Akibatnya, ampas atau sisa produksi dari buah apel tersebut banyak yang tak termanfaatkan dan menumpuk.
Para mahasiswa kreatif tersebut merupakan mahasiswa di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Mereka di antaranya Allyra Himawaty, Belinda Widya Renda, Chaterine Rahel Anggraini, Dessy Susanti Rahayu, dan Nita Kusuma Wardani.
Teh berkhasiat itu dinamakan Teh Malita yang berasal dari singkatan Aroma Kulit Apel. Kulit apel sendiri rupanya memiliki khasiat tersendiri bagi kesehatan. Sebab, rupanya tingkat antioksidan pada kulit apel terhitung tinggi. Antioksidan sendiri merupakan zat yang mampu menangkal paparan radikal bebas yang cukup berbahaya bagi tubuh.
Agar rasanya enak dan manfaatnya bagi kesehatan semakin baik, Teh Malita ini ditambahkan bahan lain seperti teh hijau yang khasiat kesehatannya sudah tak perlu diragukan lagi. Sebab dalam daun teh hijau terdapat zat antioksidan, polifenol, fluoride, vitamin C, mangan, L-teanin, katein dan kafein.
Sementara, untuk proses pembuatannya pun dilakukan tanpa proses fermentasi. "Teh Malita ini kami harapkan tidak hanya menjadi produk inovasi biasa, melainkan dapat menjawab permasalahan ampas kulit apel yang cukup banyak," terang salah satu mahasiswa, Allyra, seperti dilansir dari laman Unair, Minggu (21/7/2017).
Kini, Teh Malita telah menyebar ke pasaran di luar Jawa. Di antaranya Kota Batu Malang, Surabaya, Kediri, Jombang, hingga Riau. Sekarang ini produk teh dari kulit apel-nya juga tengah berada di tahap pengurusan registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bisa menjadi produk yang bisa di jual dalam jangakauan pasar yang lebih luas.