Ini Nih Rahasia Dibalik Puasa

RILIS.KERONCONGANTAR.COM - Hai Keronconganers ! Ramadhan adalah bulan suci dimana seluruh umat Muslim di berbagai belahan dunia menunaikan ibadah puasa selama sebulan lamanya. Prinsip dasar berpuasa secara jasmani adalah tidak makan maupun minum mulai dari terbitnya sampai terbenamnya matahari yang berkisar sekitar 12 jam bagi masyarakat Indonesia. Menahan rasa lapar dan haus tentunya hal yang lazim bagi umat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, tahukah Anda apa yang terjadi dengan tubuh kita ketika berpuasa?

Pembakaran Lemak

Tubuh kita memasuki fase puasa kurang lebih 8 jam setelah asupan makanan terakhir telah selesai diserap zat gizinya oleh usus. Oleh sebab itu, ada sedikit kemiripan antara puasa ketika tidur (8 jam atau lebih) dan puasa saat bulan Ramadhan pada reaksi tubuh kita.

Normalnya, tubuh kita menggunakan glukosa yang tersimpan di hati dan otot sebagai sumber energi utama untuk beraktivitas (1). Ketika berpuasa, gudang glukosa pada hati dan otot sudah habis terpakai sehingga tubuh memerlukan akses energi dari sumber lain untuk menunjang aktifitas sehari-hari.Jika sumber energi yang berasal dari glukosa sudah terpakai, tubuh kita pun akan mengambil energi dari lemak yang yang terdapat dalam tubuh (2).

Lemak merupakan sumber energi terbesar di tubuh kita yang nantinya dapat diubah menjadi glukosa melalui proses metabolisme sehingga dapat digunakan oleh tubuh dan otak untuk menunjang aktifitas keseharian. Karena alasan yang samalah, olahraga di pagi hari sebelum sarapan akan membakar lebih banyak lemak dibanding ketika sore atau malam ketika tidak berpuasa. Jika puasa dan berbuka dilakukan secara benar, jangan heran jika Anda merasa semakin kurus dan bebas lemak.

Peningkatan Konsentrasi

Ketika berpuasa, tubuh kita mengartikan keadaan tersebut sebagai pemicu stress yang mengakibatkan peningkatan produksi beberapa jenis hormon yang dapat menenangkan diri (1). Salah satunya adalah hormon endorfin di otak yang berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan rasa sakit. Maka dari itu, ketika berpuasa Anda akan merasa lebih cepat tanggap dan percaya diri.

Menjaga Keseimbangan Kadar Gula

Pada awal berpuasa, tentunya kita akan merasa lemah dan lesu akibat dari berkurangnya cadangan gula di dalam darah. Setelah beberapa jam, lemak mulai dibakar dan diubah menjadi gula darah sebagai sumber energi, sehingga kadar gula dalam darah kembali seimbang (2). Oleh karena hal inilah, penderita diabetes akan merasakan dampak yang positif dalam menjaga keseimbangan gula darah untuk mencegah komplikasi kesehatan lainnya selama menjalani puasa.


Selain 3 poin yang telah dijelaskan diatas, masih banyak lagi rahasia dibalik puasa pada tubuh kita. Yang terutama adalah pentingnya asupan gizi pada waktu berbuka dan sahur sehingga dapat mendukung kegiatan sehari-hari Anda selama Anda berpuasa. keroncongantar.com tentunya menyediakan paket berbuka puasa & sahur diantar dengan gizi seimbang yang dapat membantu Anda memuaskan lapar dan dahaga serta membuat Anda merasa berenergi selama berpuasa. Klik Catering Keroncongantar